Find us on Google Plus

Senin, 05 Januari 2015

Posted by liya aliycia on 19.55 | No comments
Faktor Resiko Kanker Paru-Paru- Kali ini saya akan membahas apa saja faktor-faktor kanker paru-paru yang harus anda hindari.

Kanker paru-paru adalah penyebab paling umum kematian akibat kanker pada pria dan wanita di seluruh dunia. Kanker ini termasuk kanker agresif dengan angka harapan hidup lima-tahun kurang dari 15 persen. Di Amerika Serikat, terdapat sekitar 200.000 kasus kanker paru-paru yang terdiagnosa setiap tahun dan 150.000 kematian.

Paparan lingkungan, terutama asap rokok dan, pada tingkat yang lebih rendah, polusi udara, asbes, dan radon, adalah penyebab utama kanker paru-paru. Merokok bertanggung jawab atas lebih dari 90 persen kasus.

Pada stadium lanjut, kanker menyerang organ sekitarnya dan menyebar (atau “metastasis”) di tempat lain dalam tubuh. Area penyebaran termasuk otak, hati, dan tulang.

Ada empat jenis kanker paru-paru, yang memiliki gambaran klinis yang berbeda.
  • Karsinoma sel skuamosa merupakan jenis kanker paru-paru yang paling umum, bertanggung jawab atas 40 persen dari kasus. Dimulai di bagian tengah dan atas paru-paru dan umumnya tumbuh lambat.
  • Adenokarsinoma menyumbang 25 persen dari kasus. Biasanya terjadi pada bagian luar dari paru-paru. Jenis ini juga tumbuh lambat, tetapi mereka dapat menyebar ke luar paru-paru lebih cepat dari karsinoma sel skuamosa.
  • Karsinoma sel kecil menyumbang 20 persen dari kasus. Hampir semua kasus disebabkan oleh penggunaan rokok. Jenis ini bersifat agresif, tumbuh dengan cepat, dan menyebar ke luar paru-paru pada stadium awal penyakit.
  • Karsinoma sel besar menyumbang sekitar 15 persen dari kasus. Jenis ini juga berkembang dengan cepat dan menyebar ke luar paru-paru dengan agresif.
Gejala-Gejala Kanker Paru-Paru
  • Kelemahan dan kelelahan secara umum.
  • Terus-menerus batuk: Lebih dari 90 persen pasien kanker paru-paru mengeluhkan batuk yang secara bertahap memburuk. Semakin penyakit bertambah parah, pasien sering batuk berdarah (hemoptisis).
  • Nyeri dada: Rasa sakit biasanya tajam dan dapat terkait dengan pernapasan.
  • Berat badan turun dan kehilangan nafsu makan.
  • Demam terus-menerus.
  • Sesak napas.
  • Suara serak.
  • Kesulitan menelan atau sakit saat menelan.
  • Infeksi berulang, seperti bronkitis dan pneumonia.
  • Kasus stadium lanjut yang menyebar ke luar paru-paru dapat menyebabkan nyeri tulang, perubahan neurologis (misalnya, mati rasa, kelemahan, pusing, kejang), sakit kuning (perubahan warna kekuningan pada kulit), dan gejala-gejala lainnya.
Faktor Risiko
  • Merokok: Merokok menyumbang setidaknya 90 persen dari kasus.
  • Perokok pasif: Bukti epidemiologis menunjukkan bahwa paparan asap “pasif”  meningkatkan risiko kanker paru-paru sebesar 20 sampai 25 persen pada bukan perokok.
  • Bahaya pekerjaan: Pajanan reguler asbes, kromium, nikel, benzopyrene, acroleine, monoksida nitrogen, hidrogen sianida, formaldehid, nikotin, timbal radioaktif, karbon monoksida, insektisida atau pestisida yang mengandung serat arsenik, serat kaca/kaca fiber, atau debu batu bara meningkatkan risiko pekerja terkena kanker paru-paru.
  • Riwayat keluarga: Perokok yang memiliki riwayat keluarga kanker paru-paru memiliki peningkatan risiko lebih dari 10 kali lipat mengembangkan kanker paru-paru dengan sendirinya.
  • Polusi udara: Di daerah industri dengan tingginya tingkat polusi udara, tingkat kematian akibat kanker paru-paru hingga lima kali lebih besar daripada di pedesaan, daerah yang kurang tercemar.
  • Penyakit pernapasan kronis atau berulang, seperti pneumonia, bronkitis, dan TBC.
  • Paparan radiasi ion, seperti sinar-X dan gas radon.
  • Diet dan nutrisi: Lihat Pola Makan Kanker Paru-Paru.
Sumber: http://ramuantradisionalkita.com/pengobatan-kanker-paru-paru-tradisional/

0 komentar:

Posting Komentar

Search Our Site

Bookmark Us

Delicious Digg Facebook Favorites More Stumbleupon Twitter